Oh Dios, Deje que su feliz toda la creación, todas las personas que amo, mis hermanos, mis amigos, y no te olvides de mis padres.

Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan
on Minggu, 02 Oktober 2011 | 0 C0Mm3nTs
 
Update sangat perlu untuk dilakukan untuk menjaga agar software yang kita miliki memiliki fitur yang lebih baik dan dapat berjalan dengan normal dengan semakin berkembangnya teknologi.

software memiliki keterbatasan dalam melakukan operasinya. Terutama bila masalah hardware telah datang, tidak hanya karena hardware telah usang tetapi sebuah hardware yang terlalu baru tidak dapt berjalan dengan baik atau bahkan tidak sama sekali.

software membutuhkan spesifikasi hardware yang sesuai agar dapat berjalan dengan baik, seperti kecepatan processor, VGA, RAM dan lainnya. Semua hardware tersebut dibutuhkan dalam versi, kecepatan dan kapasitas tertentu. Semakin tinggi kecepatannya dan di tambah kapasitas yang juga bertambah besar dapat membuat suatu program berjalan dengan lebih cepat. Akan tetapi
on Rabu, 28 September 2011 | 0 C0Mm3nTs
Anda yang sudah pernah atau tengah menggunakan System Operasi Linux pasti merasakan begitu banyak perbedaan Linux dan Windows.

Linux memberikan semua aplikasi secara gratis dan juga jaminan bahwa semua aplikasi yang diberikan pasti cocok / compatible dengan versi OS yang dirilis. Selain itu, Linux boleh dikembangakan secara bebas sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Berbeda dengan windows yang hanya tidak memberikan aplikasi secara gratis. Aplikasi yang ada untuk Windows kebanyakan merupakan aplikasi berbayar, walaupun adabeberapa aplikasi yang dapat didapatkan secara gratis tetapi
on Selasa, 27 September 2011 | 0 C0Mm3nTs
Seperti yang kita tahu, Ubuntu sebagai salah satu varian Linux memiliki banyak hal yang sangat menarik yang salah satunya adalah sebuah OS yang free dan memberikan banyak fitur unggulan. Namun seperti selayaknya sebuah ciptaan manusia, Ubuntu juga memiliki beberapa hal yang harus diperbaiki agar menjadi sebuah OS yang lebih baik.

Grafis yang disajikan oleh Ubuntu menawarkan begitu banyak efek visual yang terlihat sangat menarik, seperti sebuah efek yang membuat window terlihat seperti agar-agar ketika digeser. Walaupun untuk menjalan efek tersebut tidak diperlukan sebuah VGA dengan performa tinggi, namun efek tersebut tidak ramah terhadap VGA.
on Rabu, 27 Juli 2011 | 0 C0Mm3nTs
Dalam distribusi Linux Ubuntu versi terbaru ada hal unik yang muncul, Grafik dari Ubuntu mengalami begitu banyak perubahan dan grafis Ubuntu sudah tidak lagi identik dengan Debian.

Selama ini Ubuntu memiliki grafis yang tidak jauh berbeda dengan Debian, tetapi Ubuntu versi 11.04 memiliki grafis yang telah jauh melenceng dari konsep grafis Debian. Hal ini tidak lain adalah karena Unity yang dikembangkan oleh developer Ubuntu.

Unity bukanlah aplikasi display manager melainkan hanya aplikasi grafis yang fungsinya mengambil alih beberapa peran Gnome Display Manager (GDM) dan memaksimalkan grafis yang lebih memukau.

Unity tidak sepenuhnya mengambil alih fungsi GDM, hanya bagian efek fisual dan berbagai fitur grafis yang tidak didukung oleh GDM milik distribusi Debian.

Debian
on Minggu, 05 Juni 2011 | 0 C0Mm3nTs
Pertama, supaya waktu yang berjalan di router sesuai dengan waktu lokasi setempat, maka kita perlu mengatur agar clock di MikroTik mengacu pada NTP Server. Jika kita memiliki NTP Server sendiri, maka kita tinggal mengarahkan MikroTik ke NTP Server tersebut, namun jika kita tidak memiliki NTP Server, maka tidak perlu khawatir karena banyak NTP Server di luar yang bisa kita gunakan sebagai acuan. Beberapa diantaranya adalah NTP Server milik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dengan URL: ntp.kim.lipi.go.id (203.160.128.6) dan NTP Pool Project dengan salah satu URLnya: 0.id.pool.ntp.org (202.169.224.16). Untuk mensettingnya di MikroTik, ketikkan perintah berikut :

/system ntp client set primary-ntp=203.160.128.6 secondary-ntp=202.169.224.16 \ mode=unicast enabled=yes;

Kedua, membuat rule di firewall filter. Dalam hal ini saya ingin memblokir situs Facebook yang menggunakan port HTTP (80), sehingga selain port tersebut masih diijinkan. Tujuannya agar pengguna masih dapat menerima update status facebook melalui email. Untuk mensettingnya ketikkan perintah berikut :

/ip firewall filter add chain=forward src-address=0.0.0.0/0 protocol=tcp \ dst-port=80 content="facebook" action=drop comment="Blokir Akses Facebook";

Ketiga, membuat script
on Selasa, 02 November 2010 | 0 C0Mm3nTs

Untuk terkoneksi ke internet, ada 3 syarat mutlak yang harus dipenuhi, yaitu perangkat keras yang berupa modem, perangkat lunak yang berupa program untuk melakukan koneksi dan koneksi internet itu sendiri.
Untuk modem, saya memakai modem USB D-Link 562M yang saya beli seharga Rp. 210.000. Untuk koneksi saya pakai Telkomnet karena pada saat ini, Telkomnet menyediakan kemudahan mengakses internet tanpa birokrasi pendaftaran.
Dengan berbekal pengalaman saya di Jendela yang dengan begitu mudahnya dapat tersambung ke internet dengan perangkat-perangkat di atas, di Ubuntu saya mendapatkan kenyataan yang berlawanan bagai bumi dan langit.
Jika di Jendela modem USB
on Senin, 18 Oktober 2010 | 0 C0Mm3nTs

Pada dasarnya tidak mungkin melakukan reset password, kecuali kita punya akses langsung ke fisik dari si mesin. (ga bisa secara remote). Eh bisa sih… cuman hrs menggunakan exploit atau rootkit atau apapun itu.. tp itu juga tidak secara langsung, butuh effort yang besar dan syarat perlunya adalah sistem operasi atau aplikasi yang berjalan mengandung bug yang memungkinkan akses ke shell.
Metode umum yang bisa digunakan antara lain :
1.      Menggunakan sudo
2.      Masuk ke mode single user
3.      Masuk menggunakan media bootable yang sejenis.
Edisi Linux Bandel (Debian Style, termasuk *buntu-2an)
Untuk cara yang pertama tentunya mensyaratkan program sudo terinstal di sistem (Ubuntu secara default tidak mengaktifkan account root, semua harus dilakukan via sudo) dan sebuah account user yang masuk ke sudoers
1.      Install program sudo
2.      Tambahkan di /etc/sudoers nama_user ALL=(ALL) ALL
3.      untuk bertindak dengan privileges root gunakan perintah sudo. Login sebagai user yg masuk sudoers dan lakukan :
nama_user@localhost~>sudo su –
Password: masukkan password user
#whoami
root
#passwd
Tapi untuk bisa menggunakan cara ini tentu saja tetap harus ingat password user yang masuk sudoers tadi itu.. klo tidak ya… gimana… terpaksa harus menggunakan cara selanjutnya.
Cara yang kedua adalah standar, masuk ke single user atau runlevel 1. Caranya adalah dengan menambahkan parameter pada option kernel pada bootloader.
a.   LILO
Pada saat akan masuk ke lilo, tekan tombol SHIFT sehingga muncul prompt-nya LILO
lilo :
Ketikkan nama kernel diikuti “single” atau “1″
lilo : linux 1
Maka kita akan masuk ke runlevel 1 dan bisa merubah password root dari situ
sh#/usr/bin/passwd

b.   GRUB
Setelah masuk ke menu GRUB ketikkan ESC utk melihat detail menunya. Kemudian pilih salah satu kernel dengan menggunakan tombol panah lalu sorot dan tekan ‘e’ (edit)
Pada bagian kernel tambahkan di bagian terakhir option “single dan “1″. Setelah itu ketik ‘b’ (boot) untuk booting ke kernel dengan option-option yang telah dispesifikkan.
Maka kita akan masuk ke mode single user. Lakukan perubahan password dari situ.

Tapi…………. tunggu dulu…
Linux yang menganut pakem Debian style tidak akan semudah itu membiarkan kita masuk ke single user, karena untuk masuk ke single user pun kita ditanyakan password root.

Untuk itu yg harus dilakukan adalah bukan mengetikkan “single” atau “1″ namun “init=/path/to/shell” misal “init=/bin/bash” agar kita langsung lompat masuk ke shell tanpa ditanyakan password.

Setelah masuk ke shell bukan berarti kita langsung bisa merubah password. Merubah password sebenarnya adalah merubah file /etc/shadow. Hal itu sementara tidak bisa langsung dilakukan karena pertama kali boot filesystem kita termount dengan akses ro (readonly) saja.

Untuk itu kita harus me-remount filesystem kita (terutama / ) dengan option rw (read write) agar kita mempunyai hak write ke /etc/shadow
Setelah masuk ke shell lakukan :
#mount / -o remount, rw
#mount /usr -o remount, rw
#passwd
New UNIX password:*******
Retype new UNIX password: *******
passwd: password updated successfully
#mount / -o remount, ro
#mount /usr -o remount, ro
#sync
#reboot
*sync digunakan untuk mem-flush buffer dari filesystem sebelum direboot.